Thursday, 13 October 2011 07:10

Biografi Syekh Yusuf, Pahlawan Nasional Penyebar Islam di Afrika Selatan

Written by  publisher
Rate this item
(6 votes)

Cape Town - Di puncak bukit Macassar, Cape Town, Afrika Selatan (Afsel), makam Syekh Yusuf yang berkubah warna hijau kerap dikunjungi umat Islam, terutama dari Indonesia. Makam ini jadi titik tolak kisah penyebaran Islam di Afsel hingga sekarang.

AddThis Social Bookmark Button
AddThis Social Bookmark Button

 

Peziarah yang datang memang tidak setiap hari, namun rutin setiap bulan. Mereka umumnya ingin tahu lebih banyak tentang kiprah perjuangan yang dilakukan Syekh Yusuf dalam menyebarkan Islam.

Di komplek makam itu, tak banyak kisah yang bisa diperoleh. Hanya ada satu tonggak monumen yang menjelaskan tentang bagaimana Syekh Yusuf bisa sampai di Cape Town, Afrika Selatan. Namun versi lisan yang lengkap bisa diperoleh dari Adam Philander, imam Masjid Nurul Latief, masjid yang berjarak beberapa meter dari komplek makam Syekh Yusuf.

"Syekh Yusuf dibuang Belanda karena perlawanannya terhadap Belanda sewaktu di Banten. Penyebaran agama yang dilakukannya, tidak lepas dari pemahaman tentang Islam yang diperolehnya dari belajar di banyak tempat," kata Adam di komplek makam tersebut dalam obrolan dengan detikcom, Rabu (12/10/2011).

 

Pada usia 18 tahun dia meninggalkan Makasar menuju Banten, setelah itu dia ke Aceh, dan seterusnya ke Yaman, dan kemudian ke Madinah dan Mekkah, lalu ke Damaskus, Suriah lalu ke Istanbul, Turki. Setelah 23 tahun belajar seluruh tempat itu, sosok yang dikenal dengan nama lengkap Syekh Yusuf Taj al Khalwaty Al Makassary itu kembali ke Makasar pada tahun 1668 dan pergi ke Banten pada tahun 1671.

Ada catatan yang menyebut dia langsung ke Banten tak singgah ke Makasar. Di Banten, dia menikah dengan salah satu anak Sultan Ageng Tirtayasa. Kemudian anak sultan, yakni Abdul Kahar melakukan perebutan tahta dengan bantuan Belanda. Seterusnya sultan ditangkap dan Yusuf bergerilya di Banten.

Selama masa gerilya itu, dia tetap menyebarkan Islam dan dikenal dengan nama Maulana Yusuf. Namun akhirnya tertangkap. Seterusnya dia beserta pengikutnya dibuang ke Srilanka pada 22 Maret 1684, dalam usia 58 tahun. Di sini dia tetap berdakwah, dan juga menulis beberapa buku.

Belanda kemudian mengasingkannya lagi ke ke tempat yang lebih jauh pada Juli 1693. Dengan menggunakan kapal De Voetboog, Yusuf beserta 49 pengikutnya dibawa ke Zandvliet, yang sekarang bagian dari wilayah Cape Town, Afrika Selatan. Tetapi hanya lima tahun di pengasingan ini, dia wafat pada 23 Mei 1699 dalam usia 73 tahun. Lalu dimakamkan di kawasan yang sekarang disebut Macassar, sekitar 35 kilometer dari pusat kota Cape Town.

Ketika Syekh Yusuf wafat di Cape Town, kabar itu kemudian disampaikan Belanda kepada keluarga Sultan Banten dan Raja Gowa. Kedua kerajaan itu meminta agar jenazahnya dikirimkan dari Afrika Selatan, namun permintaan itu ditolak Belanda. Kemudian pada tahun 1704 Raja Gowa Abdul Jalil kembali meminta Belanda mengirimkan kerangka jenazah ke Gowa, dan kali ini disetujui. Ada catatan yang menyebutkan kerangka jenazah tiba Gowa pada 5 April 1705 dan turut serta juga dalam perjalanan itu keluarganya selama masa pembuangan.

Ihwal jenazah yang dikirimkan ke Gowa itu, masih juga diragukan. Keturunan Indonesia yang berada di Cape Town, tetap yakin jenazahnya masih ada di Cape Town. Komplek makamnya terus dibina, dan tiga Presiden Indonesia juga datang ke sini, yakni Presiden Soeharto, Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Ada beberapa tempat yang diyakini sebagai makam Syekh Yusuf, tapi kami percaya makam itu di sini," kata Adam.

Terkait dengan makam yang ada di Gowa, bisa jadi Belanda memang mengirimkan jenazahnya ke Sulawesi Selatan. Namun bisa jadi juga yang dikirimkan hanyalah bagian kuku dan rambutnya.

Semua spekulasi itu masih ada sampai sekarang, termasuk spekulasi yang menyebut keberadaan makam Syekh Yusuf di Srilanka dan Banten. Yang pasti di Macassar, Afrika Selatan, masih ada makamnya yang bisa menjadi jalan untuk terus mempelajari jejak perjuangan Syekh Yusuf yang telah diangkat menjadi pahlwan nasional Indonesia.

(rul/fay)
Sumber:Khairul Ikhwan - detikNews

AddThis Social Bookmark Button
Login to post comments

Links


Berhentilah Merokok Bukan untuk Kesehatan Saja Tetapi Juga untuk Lingkungan
Banner
Locations of visitors to this page
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday433
mod_vvisit_counterYesterday25577
mod_vvisit_counterThis week85499
mod_vvisit_counterLast week148731
mod_vvisit_counterThis month681113
mod_vvisit_counterLast month865902
mod_vvisit_counterAll days14803936

We have: 38 guests, 431 bots online
Your IP: 107.20.5.156
 , 
Today: Aug 29, 2015
Mobile Version | Standard Version

Who's Online

We have 470 guests online

Link

Teknologi

Forums Menu

Related News


Ustadz Yusuf Mansur : dua Pelajaran on 18 July 2014, 04.22 by publisher in Nabi Muhammad SAW
Ustadz Yusuf Mansur : dua Pelajaran
Oleh: Ustaz Yusuf Mansur   Sedikitnya ada dua pelajaran yang minimal bisa kita petik dari Nabi Muhammad SAW. Beliau selalu berbuat untuk orang lain dan memikirkan orang lain. Bahkan, ketika berdoa pun selalu menyebut ora
Read More 1115 Hits 5 Ratings
FADILAH SURAH AL MULK on 11 July 2014, 08.41 by publisher in Fadhilah
FADILAH SURAH AL MULK
FADILAH SURAH AL MULK Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. Beliau bersabda, “Sesungguhnya ada sebuah surat didalam Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat. Surat tersebut akan memberikan syafaat bagi seseorang, h
Read More 1213 Hits 0 Ratings
FADILAH SURAH AL QIYAMAH (AL BAIYINAH) on 11 July 2014, 08.31 by publisher in Fadhilah
FADILAH SURAH AL QIYAMAH (AL BAIYINAH)
KEUTAMAAN SURAH AL QIYAMAH (AL BAIYINAH) Bersabda Nabi saw., “Bahwasannya Allah mendengar bacaan: “Lam Yakunil Ladziina kafaru,” maka berfirmanlah Allah: Gembirakanlah hambaku, demi kebesaran-Ku, sesungguhnya Aku a
Read More 2238 Hits 1 Rating
Cara untuk selalu Fokus on 11 July 2014, 08.00 by publisher in Pendidikan Anak
Cara untuk selalu Fokus
Jika dilihat dari definisi katanya, fokus , bisa berarti pemusatan pada “titik” tertentu. Dan yang dimaksud dengan “titik”, bisa bermakna banyak. Jika pada kamera “titik fokus” berarti obyek utama sasaran kamera
Read More 8545 Hits 0 Ratings
Cara menghilangkan meta name="generator" content="Joomla! - Open Source Content Management" on 27 May 2014, 01.13 by webdesigner.kerenkeren.com in PHP
Cara menghilangkan meta name=
Cara menghilangkan meta name="generator" content="Joomla! - Open Source Content Management"   tanbahkan $this->setMetaData('generator',''); setelah defined('_JEXEC') or die; Pada index.php pada template anda. Cont
Read More 1012 Hits 0 Ratings