Saturday, 18 February 2012 09:07

Mengapa Anak Sulit Diam Dan Sulit Fokus?

Written by  afi
Rate this item
(0 votes)

Mengapa Anak Sulit Diam Dan Sulit Fokus?

 

Orang tua kerap tertekan ketika menerima surat dari sekolah menyatakan jika anak mereka ''tak mau mendengarkan guru'' atau '' sulit dikendailkan dan menyebabkan masalah". Satu alasan paling masuk akal untuk jenis perilaku ini adalah Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

 

 

Meski anak dengan ADHS ingin menjadi siswa yang baik, perilaku impulsif mereka dan ketakmampuan menaruh perhatian pada tempatnya akan mempengaruhi proses belajar di kelas. Guru, orang tua, dan bahkan teman memahami, jika si anak memiliki ''selip perilaku'' atau "berbeda", hanya saja mereka tak mampu mengartikulasikan dengan tepat apa yang salah.

 

Gejala hiperaktif dalam ADHD bisa jadi termasuk berlarian, atau memanjat berlebihan pada anak kecil, atau perilaku menunjukkan sulit lelah dan nervous untuk anak lebih tua. Tentu itu sangat kontras bila dibanding aktivitas setinggi apapun anak normal.

 

Hiperaktifitas pada intinya adalah perilaku minim terorganisir, tak menentu, dan tanpa tujuan tertentu. ADHD cenderung menimpa pada anak lelaki ketimbang perempuan dengan rasio sepuluh banding satu.

AddThis Social Bookmark Button
AddThis Social Bookmark Button

Seorang anak dengan ADHD biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti susah mengorganisasi dan memperlihatkan sikap ia tidak mendengar instruksi, fokus mudah terpecah, ceroboh, kerap melakukan kesalahan impulsif, sering dipanggil di dalam kelas, susah menunggu gilirannya bila dalam situasi kelompok, gagal mengikuti permintaan orang tua, tak mampu memainkan permainan selama yang dimainkan anak seusianya.

 

Tanpa tindakan dan terapi yang tepat, anak mungkin akan gagal dalam sekolah, dan teman-teman pun akan kesulitan karena si anak kurang dalam hal kerjasama dan melakukan aktivitas sosial. Begitupun soal jati diri, si anak lebih banyak memiliki kegagalan daripada sukses yang mengundang kritik dari keluarga dan guru yang tidak mengenali masalah kesehatannya.

 

Jika itu terjadi pada anak anda, jangan segan untuk membawanya ke ahli atau psikiatri tumbuh kembang anak. Itu bukan berarti anak anda memiliki kelainan mental. Jangan merasa minder dan tertekan, sebab bila itu dirasakan sang anak, ia akan merasa lebih tersudut dan lebih tertekan lagi.

 

Seorang anak dengan ADHD pun memiliki peluang besar tak kalah dengan anak normal. Michael Phelps, perenang internasional Amerika Serikat adalah salah satu contoh penderita ADHD. Peraih 14 medali emas Olimpiade Beijing ini mampu mengatasi kekurangannya menjadi kelebihan. Begitu pula acara TV , Extreem Makeover, Home Edition, digagas oleh, Ty Pennington, seorang penderita ADHD yang mampu mengubah kekurangan menjadi kelebihan.

 

Riset terhadap ADHD telah banyak didokumentasikan, dan pengobatan akan sangat membantu. Dengan bertemu dengan ahli tumbuh kembang orang tua dapat belajar bagaimana bisa mengatasi permasalahan dengan anak mereka. Tentu terapi menyeluruh dan evaluasi terus-menerus tak boleh lepas dari dukungan lingkungan sekitar, juga para guru. Lebih dari itu orang tua harus percaya dan meyakini bila sang anak mampu mengatasi kekurangannya.

Sumber : republika.

AddThis Social Bookmark Button
afi

afi

Login to post comments

Berhentilah Merokok Bukan untuk Kesehatan Saja Tetapi Juga untuk Lingkungan
Banner
Locations of visitors to this page
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday4853
mod_vvisit_counterYesterday9264
mod_vvisit_counterThis week65347
mod_vvisit_counterLast week81189
mod_vvisit_counterThis month337785
mod_vvisit_counterLast month325537
mod_vvisit_counterAll days9532750

We have: 4 guests, 92 bots online
Your IP: 54.205.197.66
 , 
Today: Aug 30, 2014
Mobile Version | Standard Version

Who's Online

We have 96 guests online

Link

silakan hosting

Cara:
  1. Klik tombol "Select ALL"
  2. Klik kanan kemudian Copy
  3. Paste pada HTML code didalam webpage anda